Mahasiswa Undip Bantu Permudah Akses Administrasi Warga Bogor
- 22 Jul 2025 13:42 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Jawa Tengah melakukan kegiatan di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Dalam kegiatannya mereka memberikan kontribusi dalam bentuk program sistem informasi alur syarat permohonan kebutuhan dokumen administratif bagi masyarakat.
Kontribusi aktif ditunjukkan Daffa Diysa Fauzian, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Diponegoro dalam mempercepat pelayanan publik di Desa tersebut.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dengan pasti dokumen apa saja yang perlu dibawa dan proses apa yang harus ditempuh. Oleh karena itu, sayai membuat papan informasi dan edaran digital berisi alur pengurusan dokumen secara sederhana dan mudah dipahami,” jelas Daffa, Selasa (22/7/2025).
Program teraebut mendapatkan respon positif Kepala Desa Rembun, Nurhayyi. Menurutnya dengan mempercepat pelayanan publik maka mengangkat kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan publik.
“Kami sangat terbantu dengan adanya informasi ini. Masyarakat jadi lebih bagaimana persyaratan untuk mengurus dokumen, dengan adanya adanya informasi yang jelas, warga menjadi lebih siap saat datang ke kantor desa,” ujar Nurhayyi.
Salah seorang staf Desa setempat, Silfianur menambahkan dengan siatim informasi yang dilakukan dapat lebih efektif, efisien, dan terstruktur.
Selain itu, Daffa juga menyebarkan infografis digital melalui media sosial dan grup WhatsApp warga sebagai bagian dari upaya digitalisasi pelayanan informasi publik.
“Program ini bukan hanya tentang administrasi, tapi juga tentang peningkatan akses informasi bagi warga, yang berdampak pada kelancaran layanan publik secara keseluruhan,” tambah Daffa.
Program ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara institusi pendidikan dan pemerintah desa dalam menciptakan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat akar rumput. Harapannya, model program ini dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai solusi untuk meningkatkan literasi layanan publik dan transparansi administrasi desa.