Jebolan LPK Azea Bengkulu Tiba di Jepang, Mulai Karier di Industri Hotel

  • 14 Mar 2026 18:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Jepang – Sebanyak lima peserta angkatan perdana dari LPK Azea Bengkulu Internasional telah tiba di Kota Sapporo, Prefektur Hokkaido, Jepang pada 23 Februari 2026. Mereka berangkat menggunakan visa Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou (TG) untuk bekerja di sektor perhotelan.

Dari lima pekerja migran tersebut, empat orang berasal dari Provinsi Bengkulu dan satu orang dari Pulau Jawa. Setibanya di Jepang, mereka langsung menjalani proses penempatan kerja yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan bahasa Jepang serta kesiapan beradaptasi di lingkungan kerja.

Perwakilan JPM di Jepang, Reni, menjelaskan kelompok pertama yang terdiri dari Yazied, Dwi, dan Yosadi ditempatkan di salah satu hotel berbintang tiga di kawasan Susukino, pusat kota Sapporo yang dikenal padat aktivitas. Sementara itu, kelompok kedua yang terdiri dari Gandra dan Hasyim ditempatkan di hotel berbintang tiga di kawasan Nakajima Koen yang memiliki suasana lebih tenang dan berada agak jauh dari pusat keramaian.

Di tempat kerja masing-masing, kelima pekerja tersebut akan bertugas sebagai hotel housekeeper, khususnya pada bagian bed making atau penataan tempat tidur sesuai standar operasional hotel. Dalam pekerjaannya, mereka juga akan bersaing dengan tenaga kerja paruh waktu dari warga lokal Jepang serta mahasiswa asal Nepal yang bekerja di sektor yang sama.

Reni menuturkan, para pekerja tersebut akan memulai karier dari tahap dasar atau “shitazumi”, yakni meniti pekerjaan dari level paling awal sebelum berkembang ke posisi yang lebih tinggi. Karena itu, mereka didorong terus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan, serta kualitas kerja yang mencakup kebersihan, kecepatan, dan ketepatan.

Jika mampu memenuhi bahkan melampaui standar kerja yang ditetapkan perusahaan, mereka berpeluang mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Seperti menjadi floor leader atau supervisor yang bertanggung jawab atas operasional satu lantai hotel.

“Pengembangan karier di sini sangat terbuka karena sistemnya berbasis kompetensi dan pencapaian. Selama mereka mampu meningkatkan kualifikasi dan status profesional, peluang karier tetap terbuka,” ujar Reni.

Ia juga mengingatkan agar para pekerja tidak terlena dengan zona nyaman. Menurutnya, jam kerja di Sapporo relatif lebih singkat dibandingkan kota besar seperti Tokyo, sehingga masih tersedia waktu untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan keterampilan lainnya guna mendukung perkembangan karier di Jepang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita