BPJS dan Pemprov Bengkulu Optimalkan Program Pesiar
- 13 Mar 2026 07:40 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu kini tengah memaksimalkan Program Pesiar untuk meningkatkan keaktifan peserta JKN. Langkah strategis ini difokuskan pada tingkat desa guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses jaminan kesehatan.
Kegiatan sosialisasi dan penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Hotel Nala Sea Side, Kamis, 12 Maret 2026. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, hadir langsung untuk membuka acara yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut.
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menjelaskan bahwa Program Pesiar bertujuan merekrut peserta baru dan menyisir wilayah pedesaan. Program ini juga memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai beragam manfaat perlindungan kesehatan nasional.
“Saat ini Provinsi Bengkulu telah mencapai cakupan 100 persen peserta JKN, sebanyak 2.153.765 orang sudah terdata, namun tingkat keaktifannya baru 85 persen. Artinya, sekitar 15 persen atau kurang lebih 300 ribu peserta masih berstatus tidak aktif, oleh karena itu, kita harus mengaktifkannya kembali melalui berbagai upaya,” ujar Anurman.
Pemerintah desa diharapkan menjadi ujung tombak melalui agen Pesiar yang bertugas melakukan pemetaan data penduduk secara akurat. Mereka wajib memastikan warga yang berhak memperoleh layanan kesehatan dapat terdaftar dan terdata dengan baik dalam sistem.
Anurman turut memberikan apresiasi tinggi kepada agen Pesiar dengan kinerja terbaik sepanjang tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada perwakilan dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Lebong, hingga Kabupaten Rejang Lebong.
Sementara itu, Herwan Antoni menyebutkan bahwa terdapat 1.342 desa di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu yang menjadi target sasaran. Ia mencatat adanya pertumbuhan jumlah desa yang terlibat dalam program ini secara konsisten sejak tiga tahun terakhir.
“Program Desa Pesiar di Provinsi Bengkulu telah dimulai sejak tiga tahun terakhir. Pada 2024 terdapat 48 desa, tahun 2025 sebanyak 21 desa, dan tahun ini bertambah 23 desa. Program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Herwan.
Jaminan kesehatan menjadi salah satu program prioritas kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian saat ini. Kerja sama antarinstansi sangat diperlukan agar pendataan warga di wilayah pelosok tetap terjaga akurasinya.
Program Pesiar hadir sebagai solusi untuk mempermudah masyarakat desa dalam mengakses layanan administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh. Herwan menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara perangkat daerah dan pemerintah desa.
“Melalui program ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait sangat penting untuk memastikan data peserta JKN selalu diperbarui,” kata Herwan.