Sebanyak 34 Posko Lebaran 1447 H di Provinsi Bengkulu disiagakan
- 12 Mar 2026 20:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Kepolisian Daerah Bengkulu akan menyiapkan Posko Pengaman, Posko Terpadu, dan Pos Pelayanan untuk Operasi Ketupat Nala 2026. Kesiapan tersebut dilakukan dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026.
Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai instansi terkait.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran di wilayah Provinsi Bengkulu. Menurut Sudarno, dalam pelaksanaan Ops Ketupat Nala 2026, Polda Bengkulu telah menyiapkan puluhan posko pengamanan yang akan tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah Bengkulu.
“Untuk pengamanan arus mudik kita sudah mempersiapkan semuanya. Operasi Ketupat Nala akan kita laksanakan pada tanggal 13 sampai 25 Maret 2026,” ujar Dir Lantas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, Kamis 12 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, Polda Bengkulu akan mendirikan sebanyak 34 posko mudik yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Posko-posko tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai strategis serta memiliki potensi kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. “Untuk posko mudik yang kita siapkan ada sebanyak 34 posko, baik itu pos pengamanan, pos pelayanan maupun pos terpadu,” jelas Sudarno.
Ia menambahkan, seluruh posko tersebut akan mulai didirikan dan dioperasikan pada saat pelaksanaan Operasi Ketupat Nala dimulai. Dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik Lebaran, Polda Bengkulu tidak bekerja sendiri. Pengamanan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi dan stakeholder terkait.
Beberapa pihak yang turut terlibat dalam pengamanan arus mudik antara lain pemerintah daerah, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), TNI, Jasa Raharja, serta instansi lainnya. Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, Polda Bengkulu juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami bencana alam, khususnya tanah longsor.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gangguan perjalanan selama arus mudik berlangsung. Beberapa daerah yang masuk dalam kategori rawan longsor antara lain Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Seluma, Kaur, hingga Mukomuko.
Menurut Sudarno, pemetaan wilayah rawan longsor tersebut bertujuan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor yang dapat menutup badan jalan, sejumlah peralatan berat juga telah disiagakan di titik-titik rawan.
Peralatan tersebut disiapkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar dapat segera digunakan apabila terjadi longsor yang mengakibatkan kemacetan. “Dari BPJN itu sudah menyiapkan semua peralatan yang diperlukan di titik-titik yang memang rawan longsor,” ucap Sudarno.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan proses pembersihan material longsor dapat dilakukan dengan cepat sehingga tidak menghambat arus mudik.