BMKG Tegaskan Akun Telegram InaEEWS Palsu dan Ilegal
- 27 Feb 2026 17:22 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta – Beredar di platform Telegram, akun yang mengatasnamakan Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG. Faktanya, saat ini sistem InaEEWS belum beroperasi secara resmi dan masih dalam tahap pengembangan serta uji coba terbatas.
Dari Siaran Pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat, 27 Februari 2026, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap grup, kanal, dan akun di platform Telegram tersebut. Akun palsu ini mencatut identitas resmi InaEEWS BMKG secara illegal, baik nama, logo, dan atribut visual BMKG.
Akun tersebut juga menyebarkan informasi peringatan dini gempa bumi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyatakan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi yang beredar di kanal-kanal tersebut.
Nelly mengatakan sistem InaEEWS BMKG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas. Saat ini system tersebut belum diluncurkan secara resmi untuk publik luas di Indonesia.
BMKG menemukan bahwa akun Telegram tersebut sengaja meniru identitas serta atribut visual InaEEWS dan BMKG. Melalui platform tersebut, pihak tertentu memalsukan informasi guna membangun kepercayaan publik secara ilegal.
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan akun ilegal tersebut secara sengaja menyebarkan parameter peringatan dini gempa bumi palsu. Hal ini berisiko memicu kepanikan massal di masyarakat.
Selain itu, oknum tersebut menyalahgunakan data real-time InaEEWS dengan mengambil dan mendistribusikan ulang informasi peringatan dini secara ilegal tanpa izin resmi dari BMKG.
Hingga saat ini, InaEEWS tidak pernah menjalin kerja sama dengan pihak mana pun dalam mendiseminasikan informasi peringatan dini gempa bumi. Selain itu, BMKG memastikan tidak pernah memungut biaya atau menyelenggarakan layanan peringatan dini berbayar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi BMKG. Informasi kegempaan yang akurat dan resmi melalui aplikasi InfoBMKG, laman media sosial terverifikasi, atau situs resmi http://www.bmkg.go.id.