Indonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji di Arab Saudi
- 05 Mar 2026 15:21 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem logistik haji yang berbasis pada produk pangan nasional.
Ekspor tersebut dilaksanakan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis, berdasarkan keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Volume ekspor disesuaikan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai sekitar 205.420 orang, termasuk jemaah reguler dan petugas haji.
Kementerian Haji dan Umrah menilai ekspor ini sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan konsumsi jemaah berbasis produk dalam negeri, sekaligus menjadi sarana promosi beras Indonesia di pasar internasional. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa ekspor perdana beras untuk jemaah haji ini merupakan terobosan penting dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi jemaah berbasis produk nasional.
“Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi,” ujarnya saat melepas ekspor beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Pelepasan ekspor tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy. Pada kesempatan yang sama, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beras tersebut diproses langsung tanpa melalui stok gudang lama. Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.
“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujarnya.
Sementara itu, Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor ini didukung oleh kondisi produksi dan stok nasional yang kuat. Per Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah pada periode yang sama. Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis mengapresiasi langkah kolaboratif lintas kementerian tersebut dan berharap ekspor beras Indonesia dapat terus berkembang ke negara lain.
“Ini bukan hanya memenuhi kebutuhan jemaah, tetapi juga membuka captive market beras Indonesia di luar negeri,” ujarnya.
Pengiriman beras direncanakan melalui tiga jalur pelayaran, yakni Hyundai, Wan Hai, dan Kota Sejati, dengan estimasi keberangkatan pada 7 Maret 2026 menuju Pelabuhan Jeddah di Arab Saudi.
Pemerintah memastikan pengiriman dilakukan dengan memperhatikan kondisi geopolitik kawasan serta aspek keamanan logistik.
Ekspor beras untuk jemaah haji ini diharapkan menjadi model integrasi layanan haji sekaligus penguatan produk nasional, serta membuka peluang ekspor komersial berkelanjutan di masa mendatang.