Masjidil Haram Tetapkan Tarawih 10 Rakaat 3 Witir

  • 04 Feb 2026 16:49 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Mekkah - Menjelang kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi), otoritas pengelola Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah menegaskan format salat Tarawih dan Witir yang akan diterapkan untuk jamaah dari seluruh dunia. 

Informasi ini disampaikan oleh General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques, lembaga resmi yang bertanggung jawab atas pengaturan ibadah di dua masjid suci tersebut, seperti yang dikutip dari Saudi Gazette.

Dalam pengumuman yang disampaikan, salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dilaksanakan sebanyak 10 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat salat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam Ramadan. Pola ini menghasilkan total 13 rakaat, dengan masing‑masing salat Tarawih dan Witir ditutup dengan salam (taslim).

“Keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi imam dan jamaah dalam melaksanakan salat malam selama Ramadan, seiring meningkatnya jumlah jamaah dari berbagai penjuru dunia,” demikian dikutip dari pernyataan otoritas Masjidil Haram.

Format 10 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir ini tetap menjaga tradisi yang telah lama dijalankan oleh dua masjid suci, sekaligus memperhatikan kenyamanan dan stamina jamaah yang hadir dari berbagai negara, usia, dan kondisi fisik.

Praktik pelaksanaan Tarawih sebanyak 10 rakaat diikuti 3 rakaat Witir telah menjadi pola yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sebelumnya, sebelum pandemi global, pelaksanaan Tarawih di dua masjid suci ini sempat mencapai 20 rakaat, tetapi kemudian disesuaikan untuk efisiensi ruang dan kelancaran jamaah.

General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques juga memastikan bahwa susunan salat malam ini akan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, sehingga umat Islam di berbagai negara dapat mengikuti rangkaian ibadah Ramadan meskipun berada jauh dari Tanah Suci.

Dengan kebijakan resmi ini, jamaah baik yang berencana melakukan ibadah di Tanah Suci maupun yang mengikuti dari luar negeri dapat mempersiapkan diri lebih awal. Ramadan 1447 H diperkirakan akan dimulai sekitar pertengahan Februari 2026, tergantung hasil pengamatan hilal.

Penegasan ini diharapkan memperkuat ketentuan ibadah dan membantu menjaga kekhusyukan salat malam bagi jutaan umat Islam yang datang ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi setiap Ramadan.

Rekomendasi Berita