Demo Gen Z Tumbangkan Pemerintah Bulgaria Karena Korupsi
- 23 Des 2025 07:55 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Gelombang protes besar-besaran yang dipimpin oleh generasi muda, khususnya kelompok yang dikenal sebagai Generation Z (Gen Z), telah mengguncang Bulgaria akhir tahun ini, berujung pada pengunduran diri pemerintahan yang berkuasa. Aksi ini memuncak setelah beberapa minggu demonstrasi menentang korupsi dan kebijakan kontroversial pemerintah.
Protes yang dimulai pada akhir November 2025 itu memperlihatkan ribuan warga, banyak di antaranya dari kalangan Gen Z berkumpul di alun-alun pusat Sofia dan kota-kota lainnya untuk menuntut resignnya kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov. Mereka menyuarakan kemarahan atas dugaan praktik korupsi di tubuh pemerintahan, penanganan layanan publik yang buruk, serta rencana anggaran negara 2026 yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
“Vox populi, vox dei suara rakyat adalah suara Tuhan,” ujar Zhelyazkov dalam pidatonya sebelum mengumumkan pengunduran diri kabinetnya pada 11 Desember 2025, menandai runtuhnya pemerintah yang baru saja menjabat sejak awal tahun ini, dilansir dari reuters.

Demonstrasi Gen-Z di Sofia pada Rabu malam pekan lalu berhasil menumbangkan pemerintahan Bulgaria. [foto: AFP via Gettyimages]
Para demonstran menggunakan jaringan media sosial seperti TikTok dan platform lainnya untuk mengatur aksi, memperlihatkan densitas penggunaan teknologi dan kekuatan mobilisasi digital di kalangan generasi muda. Poster dan meme mengejek elit politik menjadi pemandangan umum di luar gedung parlemen.
Sebagian besar pengunjuk rasa menuntut bukan saja perubahan pemerintahan, tetapi juga penegakan hukum yang lebih kuat, reformasi peradilan, dan sistem anti-korupsi yang efektif. Demonstrasi tetap berlanjut bahkan setelah pengunduran diri pemerintah, dengan ribuan orang turun ke jalan menuntut solusi nyata atas masalah yang mendasari ketidakpuasan publik.
Krisis politik ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum Bulgaria dijadwalkan masuk ke dalam zona euro pada 1 Januari 2026, menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi dan stabilitas negara tersebut.
Para analis internasional mencatat bahwa meskipun generasi muda memegang peran signifikan dalam aksi tersebut, keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia juga kuat menunjukkan bahwa protes ini mencerminkan ketidakpuasan luas terhadap pemerintahan yang dinilai gagal memenuhi harapan publik.
Dengan pemerintah yang telah lengser, Presiden Bulgaria kini memulai konsultasi dengan fraksi parlemen untuk membentuk kabinet baru atau menunjuk pemerintahan sementara sebelum pemilu dini digelar dalam beberapa bulan mendatang.