Kepala Barenlitbang Kepri Soroti Pengangguran dan Ketimpangan Ekonomi di Batam
- 13 Mar 2026 08:05 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Meski sejumlah indikator pembangunan di Kepulauan Riau menunjukkan hasil yang positif, masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Barenlitbang Kepri Aries Fhariandi dalam Seminar Sinergi Perencanaan Dalam Pembangunan Kota Batam.
Aries mengatakan sebagian besar indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, hingga angka kemiskinan menunjukkan capaian yang baik. Namun terdapat dua indikator yang masih menjadi perhatian.
Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka dan rasio ketimpangan ekonomi masih relatif tinggi baik di tingkat provinsi maupun Kota Batam.
“Batam dengan Provinsi Kepri itu saya titip cuma hanya ada dua PR untuk indikator makro. Pertama tingkat pengangguran terbuka, kedua rasio Gini. Tingkat pengangguran terbuka ini Bapak Ibu sekalian baik provinsi maupun Kota Batam walaupun dari tahun ke tahun grafiknya terus menurun tapi nilai atau angkanya itu masih tinggi.”
Menurutnya, tingginya angka pengangguran di Batam tidak terlepas dari arus migrasi yang cukup besar ke wilayah tersebut.
“Karena ternyata Batam itu merupakan persentase migrasi seumur hidup neto tertinggi se-Indonesia. Karena apa? Banyak faktor, pertama ternyata UMP Provinsi Kepri dan UMK Kota Batam itu adalah UMP dan UMK tertinggi se-Sumatera dan sepuluh besar tertinggi se-Indonesia.”
Selain itu, perubahan struktur industri juga mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan di daerah.
“Di sisi lain industri kita hari ini sudah mulai bertransformasi dari padat karya ke padat modal sehingga banyak migran yang masuk kemudian jadi pengangguran Bapak Ibu sekalian.”
Aries menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Ia berharap melalui forum Musrenbang, pemerintah daerah dapat merumuskan strategi pembangunan yang mampu menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat.