Wamendag Dorong UMKM Batam Tembus Pasar Ekspor ASEAN

  • 09 Mar 2026 14:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk meningkatkan daya saing dan menembus pasar ekspor, khususnya di kawasan ASEAN.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat melakukan kunjungan kerja di Batam. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah memiliki fokus khusus dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional.

“Kami di Kementerian Perdagangan mempunyai fokus khusus bagaimana UMKM itu bisa lebih berdaya saing, baik di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya, saat kunjungan ke Mal Pelayan Publik, Senin, 9 Maret 2026.

Roro menjelaskan, kunjungannya ke Batam memiliki beberapa tujuan. Salah satunya memantau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar menjelang hari-hari besar.

Menurutnya, pemerintah pusat rutin melakukan pemantauan ke berbagai daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan tersedia bagi masyarakat.

“Kami rutin turun ke lapangan bersama pemerintah daerah untuk memantau harga bahan pokok dan memastikan ketersediaannya aman bagi masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, pengendalian harga dan pasokan bahan pokok dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, seperti Badan Pangan Nasional serta Kementerian Pertanian.

Selain menjaga stabilitas pasar dalam negeri, Kemendag juga memiliki tiga target utama dalam pengembangan perdagangan. Target pertama adalah mengamankan pasar domestik, termasuk membantu UMKM memasarkan produknya di dalam negeri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghubungkan UMKM dengan jaringan ritel modern agar produk mereka dapat dipasarkan lebih luas.

“Kita coba bantu mengoneksikan UMKM dengan ritel modern sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menampilkan produk-produknya di gerai-gerai tertentu,” jelasnya.

Target kedua adalah meningkatkan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang internasional yang telah dimiliki Indonesia. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami peluang yang bisa dimanfaatkan dari kerja sama perdagangan tersebut.

Untuk itu, Kemendag mendorong adanya sosialisasi yang lebih intensif kepada pelaku usaha, termasuk bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di daerah.

“Harapannya para pelaku usaha bisa mengetahui peluang pasar dari perjanjian dagang yang ada dan memanfaatkannya untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya.

Adapun target ketiga adalah mendorong UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar global. Namun demikian, tidak semua UMKM langsung diarahkan untuk ekspor. Pemerintah akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang benar-benar siap dari sisi kapasitas produksi maupun keberlanjutan usaha.

“UMKM yang kita dorong ekspor adalah yang sudah siap, baik dari kapasitas produksi maupun keberlanjutan pasokannya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kemendag memiliki jaringan promosi perdagangan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan ini diharapkan dapat membantu memperluas akses pasar bagi produk UMKM Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pelaku usaha menyampaikan minat mereka untuk menembus pasar ekspor, terutama ke kawasan ASEAN yang dinilai memiliki potensi besar bagi produk-produk lokal dari Kepulauan Riau.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita