Kunjungan Menaker Perkuat Sinergi Vokasi dan Dunia Kerja

  • 25 Feb 2026 14:34 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mendapat kehormatan menerima kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, pada Selasa (24/02/2026). Kehadiran Menaker yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disambut hangat oleh Direktur Polibatam, Bambang Hendrawan, bersama jajaran pimpinan kampus.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Polibatam tersebut turut dihadiri jajaran Tim Dirjen dan Direktur Kementerian Ketenagakerjaan, Anggota DPRD, Ketua PW PII, serta Ketua PC PII. Momentum ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan pemerintah guna menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Antusiasme mahasiswa Polibatam terlihat sangat tinggi. Sebanyak 500 mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung di Auditorium, sementara lebih dari 1.000 mahasiswa lainnya berpartisipasi secara daring melalui siaran langsung kanal YouTube PolibatamTV. Partisipasi besar ini mencerminkan semangat generasi muda dalam memahami arah kebijakan ketenagakerjaan nasional langsung dari Menteri Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Direktur Polibatam menegaskan komitmen institusi untuk mendukung berbagai program Kementerian Ketenagakerjaan. Polibatam menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi melalui berbagai skema, termasuk Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan program strategis lainnya, guna memastikan lulusan memiliki kesiapan kerja tinggi serta mampu bersaing di dunia industri.

Pada kuliah umum bertajuk “Penyiapan Talenta Unggul untuk Menghadapi Tantangan Ketenagakerjaan Masa Depan,” Prof. Yassierli menyoroti tiga disrupsi besar yang tengah dihadapi Indonesia, yakni digitalisasi dan kecerdasan buatan, ekonomi hijau, serta perubahan demografi. Ia menyampaikan bahwa sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan oleh otomatisasi pada tahun 2030, namun di sisi lain akan muncul hingga 170 juta peluang kerja baru yang membutuhkan kompetensi digital serta keahlian masa depan.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan pemerintah dalam mencetak talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika ketenagakerjaan global.

Rekomendasi Berita