ASEAN Bahas Dampak Krisis Timur Tengah Terhadap Ekonomi
- 12 Mar 2026 22:06 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Para menteri ekonomi dari ASEAN dijadwalkan menggelar pertemuan penting pada 13 Maret 2026 untuk membahas dampak konflik yang semakin meluas di Timur Tengah. Pertemuan tersebut akan digelar dalam forum ASEAN Economic Ministers’ Retreat, sementara para menteri luar negeri ASEAN juga akan mengadakan rapat virtual pada hari yang sama guna merespons krisis yang mulai mengguncang pasar global.
Sebagai ketua ASEAN tahun 2026, Philippines menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Para pejabat akan membahas dampak lonjakan harga minyak dunia serta gangguan pada jalur pengiriman, logistik, dan arus perdagangan yang berpotensi mempengaruhi perekonomian negara-negara Asia Tenggara yang sangat bergantung pada ekspor. Wakil Menteri Perdagangan Filipina Allan Gepty menyatakan bahwa kawasan tidak bisa mengabaikan potensi dampak krisis terhadap inflasi dan lapangan kerja.
Krisis tersebut dipicu oleh meningkatnya konflik militer setelah serangan gabungan antara United States dan Israel terhadap Iran hampir dua pekan lalu. Konflik tersebut telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan mengguncang pasar energi global. Situasi semakin memburuk setelah jalur strategis Strait of Hormuz yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia ke Asia terpaksa ditutup, mendorong harga minyak mentah melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel.
Dampak krisis ini mulai dirasakan di berbagai negara ASEAN. Filipina yang banyak mengimpor minyak dari Timur Tengah mengambil langkah penghematan energi dengan mempersingkat minggu kerja pemerintah dan mempertimbangkan penghentian sementara pajak bahan bakar. Sementara itu, Vietnam sempat menurunkan harga bahan bakar pada 12 Maret setelah harga minyak dunia sedikit mereda, namun pemerintah memperingatkan bahwa volatilitas harga masih tinggi. Di sisi lain, Thailand juga sempat menghentikan ekspor energi ke semua negara kecuali Laos dan Myanmar sebagai langkah pengamanan pasokan domestik.
Para menteri luar negeri ASEAN menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik tersebut dan menyerukan penghentian permusuhan secepatnya. ASEAN juga meminta semua pihak menahan diri, melindungi warga sipil, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog sesuai hukum internasional. Para pejabat menilai koordinasi regional sangat penting agar negara-negara ASEAN dapat merespons krisis energi dan ekonomi secara terintegrasi.