Perang Iran–Israel Memanas, Trump Klaim Target di Iran Hampir Habis

  • 12 Mar 2026 07:53 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih terus berlangsung tanpa tanda mereda. Serangan rudal dan aksi militer di berbagai titik Timur Tengah terjadi ketika Iran berupaya menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan perlawanan.

Dikutip dari Reuters, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran hampir mencapai seluruh target yang direncanakan. Ia bahkan memberi sinyal bahwa konflik dapat dihentikan kapan saja.

“Praktis tidak ada lagi yang tersisa untuk ditargetkan di Iran. Sedikit ini dan itu... Kapan pun saya ingin ini berakhir, ini akan berakhir,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Axios.

Namun di lapangan, situasi masih jauh dari mereda. Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke beberapa target di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di Irak utara dan fasilitas militer di Bahrain.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di Bahrain, sementara dua drone yang jatuh di dekat bandara Dubai menyebabkan empat orang terluka. Serangan tersebut menambah ketegangan di wilayah yang sudah berada dalam kondisi siaga tinggi.

Di dalam negeri, Iran juga menghadapi tekanan sosial akibat serangan udara yang terus terjadi. Ratusan ribu warga dilaporkan meninggalkan Teheran dan mengungsi ke daerah pedesaan demi menghindari serangan pada malam hari.

Meski begitu, sebagian warga mulai terbiasa dengan situasi perang yang berlangsung. “Ada pemboman tadi malam tetapi saya tidak takut seperti sebelumnya. Hidup terus berjalan,” kata Farshid, warga Teheran berusia 52 tahun kepada Reuters.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak memiliki batas waktu. Menurutnya, serangan akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan militer tercapai.

“Operasi ini akan berlanjut tanpa batas waktu, selama diperlukan, hingga kita mencapai semua tujuan dan memenangkan kampanye,” ujar Katz.

Konflik yang dimulai pada akhir Februari tersebut telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil Iran menurut data yang disampaikan duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan balasan Iran terhadap Israel juga menewaskan sedikitnya 11 orang, sementara tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dan sekitar 140 lainnya terluka.

Rekomendasi Berita