Pemeriksaan Diperketat, Woodlands Checkpoint Macet Parah

  • 02 Mar 2026 13:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Arus masuk ke Singapura melalui Woodlands Checkpoint mengalami kemacetan parah pada 2 Maret, dua hari setelah otoritas imigrasi meningkatkan pemeriksaan keamanan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Para pelintas yang menggunakan jalur Causeway melaporkan antrean panjang sejak pagi hari. Foto-foto yang beredar memperlihatkan lajur sepeda motor, mobil pribadi hingga truk kargo dipadati kendaraan. Antrean panjang juga terlihat di area perhentian bus lintas batas, dengan banyak penumpang harus menunggu lebih lama dari biasanya.

Berdasarkan aplikasi pemantau lalu lintas Checkpoint.SG, estimasi waktu tempuh untuk menyeberang ke Singapura melalui Woodlands sekitar pukul 09.30 mencapai 105 hingga 160 menit. Sebagai perbandingan, pada waktu yang sama tujuh hari sebelumnya, perjalanan hanya memakan waktu kurang dari 20 menit.

Aplikasi lain, Beat The Jam, mencatat estimasi waktu tempuh antara 103 hingga 155 menit. Empat minggu lalu, perjalanan serupa hanya membutuhkan sekitar 37 menit. Lonjakan waktu tempuh ini menunjukkan dampak signifikan dari peningkatan pemeriksaan keamanan yang diberlakukan.

Sementara itu, kondisi di Tuas Checkpoint terpantau lebih lancar. Estimasi waktu perjalanan melalui Second Link di Tuas berkisar antara 25 hingga 35 menit menurut Checkpoint.SG, dan 21 hingga 32 menit berdasarkan Beat The Jam pada waktu yang sama.

Immigration and Checkpoints Authority (ICA) sebelumnya telah memperingatkan bahwa arus kedatangan yang padat di Woodlands memang diperkirakan terjadi. Pada 28 Februari, ICA mengumumkan peningkatan pemeriksaan terhadap pelintas dan kargo di seluruh pos pemeriksaan darat, udara, dan laut akibat situasi keamanan global yang memanas.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk di Qatar dan Uni Emirat Arab.

Sehari sebelumnya, kemacetan berat dan antrean bus panjang juga telah dilaporkan, terutama ketika warga Malaysia yang bekerja di Singapura kembali ke negara tersebut untuk memulai pekan kerja. Banyak di antara mereka memilih menyeberang Causeway dengan berjalan kaki demi menghindari antrean kendaraan.

Pihak berwenang mengimbau pelintas untuk memperkirakan waktu perjalanan lebih panjang, memantau kondisi lalu lintas secara berkala, serta mempertimbangkan jalur alternatif seperti Tuas guna menghindari kepadatan ekstrem di Woodlands.

Rekomendasi Berita