Lapas Rangkasbitung Tekan Buta Aksara Al-Qur’an

  • 11 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Rangkasbitung – Lapas Kelas III Rangkasbitung menjalankan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kerohanian. Program tersebut menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian Pesantren Ramadan yang digelar di Lapas tersebut.

Kasi Pembinaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Eka Yogaswara mengatakan, program ini bertujuan membantu warga binaan yang belum mampu membaca Al-Qur’an agar dapat memahami kitab suci sebagai pedoman hidup umat Islam.

Ia menjelaskan, pembelajaran dilakukan melalui kegiatan klinik baca Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap hari dengan pendampingan warga binaan lain yang sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. Para peserta dibagi dalam beberapa tingkat pembelajaran mulai dari Iqra hingga tahap membaca Al-Qur’an.

“Kegiatan pengentasan buta aksara Al-Qur’an ini kami rancang tidak hanya untuk Ramadan saja, tetapi menjadi program pembinaan yang berjalan sepanjang tahun,” ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, sekitar 60 warga binaan tercatat mengikuti program kelas Iqra. Selain itu, terdapat kelompok khusus yang mengikuti program tadarus dan khataman Al-Qur’an selama bulan Ramadan dengan target penyelesaian bacaan secara berkala.

Melalui program tersebut, pihak lapas berharap warga binaan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai keagamaan sehingga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat serta menjalani kehidupan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita