Capaian KB Wanita di Pandeglang Dekati Angka Sempurna
- 07 Mar 2026 09:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Kesadaran kaum perempuan di Kabupaten Pandeglang dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) menunjukkan angka yang positif. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, capaian peserta KB wanita untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) menyentuh angka 90 persen. Sementara untuk kategori non-MKJP seperti suntik dan pil, capaiannya melampaui ekspektasi dengan menembus angka di atas 120 persen.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Pandeglang, Imas mengatakan, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras petugas penyuluh di lapangan untuk memberikan edukasi tentang manfaat merencanakan keluarga. Antusiasme masyarakat yang tinggi ini dinilainya sangat membantu pemerintah dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak.
"Tingginya angka capaian ini juga membuktikan bahwa program KB sudah menjadi kebutuhan pokok bagi pasangan usia subur di Pandeglang," kata dia, Sabtu, 7 Maret 2026.
Imas mengatakan, fokus pelayanan saat ini diarahkan untuk mengonversi peserta KB Non MKJP menjadi peserta MKJP guna menjamin efektivitas perlindungan jangka panjang. Penggunaan IUD dan implan terus didorong DP2KBP3A agar masyarakat mendapatkan metode yang lebih praktis dan minim risiko kegagalan.
Pendekatan persuasif dilakukannya dengan memberikan pemahaman bahwa perencanaan keluarga yang matang akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
"Antusias masyarakat terhadap KB sangat bagus, tahun kemarin capaian kontrasepsi wanita hampir mencapai 100 persen. Untuk yang non-MKJP seperti suntik dan pil bahkan hasilnya di atas 120 persen dari target yang ditetapkan," ujarnya.
Ia pun mengatakan peningkatan capaian ini didukung oleh tersedianya fasilitas kesehatan yang semakin memadai di tingkat desa dan kelurahan. Para bidan dan tenaga medis dinilainya berperan aktif dalam memberikan layanan konseling sebelum calon akseptor menentukan pilihan alat kontrasepsinya.
DP2KBP3A berkomitmen untuk mempertahankan prestasi ini dengan terus memperbanyak momen pelayanan KB gratis di daerah-daerah terpencil. Inovasi pelayanan jemput bola pun akan terus ditingkatkan guna menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki hambatan akses transportasi.
"Meski capaian pada wanita sudah sangat tinggi, tantangan ke depan adalah menyetarakan partisipasi kaum pria agar beban perencanaan keluarga tidak hanya dipikul oleh satu pihak," kata dia.