Pemkab Tangerang Kembangkan RTH Bambu di Cisoka
- 21 Jan 2026 16:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, mengembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis bambu di Kecamatan Cisoka. Pengembangan kawasan itu dimulai dengan aksi penanaman bambu.
Penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.
“Hari ini kami mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca juga: Pemkab Tangerang Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.
“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi menyampaikan, bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat.
Baca juga: Gerakan Kolektif Tanam 1.000 Bibit Bambu di Cibaliung-Cibitung
“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ujar Erwin.
Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.
“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musala juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Baca juga: RTH di Kota Serang Belum Ramah Anak
Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.
“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” katanya.