Dindik Kota Serang Perketat Pengawasan Program MBG
- 10 Okt 2025 11:03 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dinas Pendidikan Kota Serang memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah dasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman, higienis, dan memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri, meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SDN Sempu 01, Jalan Raya Pandeglang KM 2, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Jumat (10/10/2025). Dalam kunjungan itu, ia memantau proses penyajian makanan serta berdialog dengan guru dan kepala sekolah mengenai pelaksanaan program di lapangan.
“Sebelum makan, guru melakukan tes dan pengecekan terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada masalah yang bisa menimbulkan keracunan atau gangguan kesehatan pada siswa,” kata Ahmad Nuri.
Baca juga: Dindikbud Kota Serang Gerakkan Siswa Peduli Lingkungan
Ia menjelaskan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap sekolah menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan makanan. Guru dan kepala sekolah diwajibkan memastikan makanan sudah layak sebelum dibagikan kepada peserta didik.
Dari hasil peninjauan di SDN Sempu 01, Ahmad Nuri menilai pelaksanaan program MBG berjalan baik. Makanan yang disajikan memiliki menu seimbang dengan gizi yang mencukupi. Para siswa tampak menikmati hidangan tanpa kendala kesehatan. “Selama saya berkeliling ke sekolah-sekolah, termasuk ke SDN Sempu 01 ini, semua terlihat baik. Menu yang disajikan juga seimbang dan bergizi,” katanya.
Ia menilai program makan bergizi gratis tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak penyedia makanan menjadi faktor penting keberhasilan program ini. “Program ini membawa manfaat besar. Semua pihak mulai sadar pentingnya asupan gizi bagi anak-anak. Ini juga membangun kepedulian bersama di lingkungan sekolah,” katanya.
Ahmad Nuri mengingatkan setiap sekolah agar tetap waspada dalam menjaga kualitas makanan. Ia meminta dilakukan pemeriksaan rutin terhadap dapur penyedia makanan minimal sebulan sekali, meliputi kebersihan dapur, cara pengolahan, proses pengepakan, serta waktu pengiriman makanan. “Sekolah harus aktif turun langsung ke dapur penyedia. Lihat bagaimana proses memasak, cara pengepakan, dan jam pengiriman. Semua harus diawasi dengan baik,” kata dia.
Baca juga: Penderita HIV di Kota Serang Capai 485 Orang
Program makan bergizi gratis juga disambut antusias oleh para siswa. Siswa kelas 1 SDN Sempu 01, Aldi, mengaku senang bisa menikmati makan bersama teman-temannya di sekolah. Ia mengatakan menu yang disajikan terasa enak dan membuatnya lebih semangat belajar. “Aku senang makan di sekolah, makanannya enak. Tadi dapat ayam sama sayur, terus bisa makan bareng teman-teman,” ucap Aldi sambil tersenyum.
Ia menambahkan, meski Dinas Pendidikan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dapur, sekolah memiliki tanggung jawab penuh terhadap keamanan makanan bagi peserta didik.