Bantuan Pangan 2026 Dinilai Tekan Lonjakan Harga di Lebak

  • 04 Mar 2026 10:29 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Program bantuan pangan dinilai berkontribusi terhadap stabilisasi harga bahan pokok di Kabupaten Lebak. Dalam dua tahun terakhir, intervensi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional disebut mampu menekan lonjakan harga, khususnya pada komoditas beras dan minyak goreng yang kerap mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.

Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan Kabupaten Lebak, Benu Dwiyana, mengatakan bantuan pangan menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga daya beli masyarakat. Terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak fluktuasi harga. “Kecenderungan harga menanjak itu sangat ditekan dengan adanya bantuan pangan,” ujarnya dalam dialog Banten Menyapa Programa RRI Banten, Rabu, 04 Maret 2026.

Menurut Benu, pola kenaikan harga biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Permintaan masyarakat yang meningkat kerap berdampak pada naiknya harga di pasaran. Namun, dengan adanya distribusi bantuan beras dan minyak, tekanan tersebut bisa diminimalkan sehingga inflasi daerah tetap terkendali.

Ia menjelaskan, bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial, tetapi juga sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi lokal. Ketika sebagian kebutuhan pokok masyarakat telah terpenuhi melalui bantuan, maka permintaan di pasar menjadi lebih terkendali dan harga tidak melonjak drastis.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lebak tidak ingin masyarakat bergantung sepenuhnya pada bantuan. Dinas Ketahanan Pangan tetap mendorong penguatan kemandirian melalui sosialisasi pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta edukasi ketahanan pangan keluarga, meski diakui masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Program edukasi tersebut diarahkan agar masyarakat mampu memanfaatkan sumber pangan lokal dan mengatur pola konsumsi yang lebih sehat serta ekonomis. Dengan begitu, ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi warga.

Benu menegaskan, bantuan pangan bersifat stimulus dan bukan solusi jangka panjang. Pemerintah berharap program ini mampu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan suci. “Mudah-mudahan bantuan ini meringankan beban dan membantu masyarakat menjalankan ibadah dengan lebih tenang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita