Belajar Nilai Kehidupan dari Film Indonesia
- 12 Mar 2026 13:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin- Program Inspirasi Kita yang disiarkan berjaringan Korwil 8 Kalimantan oleh RRI Banjarmasin, RRI Nunukan, RRI Tarakan, RRI Samarinda, dan RRI Palangkaraya mengangkat tema Belajar Nilai Kehidupan dari Film Indonesia, Rabu, 11 Maret 2026. Dialog ini membahas bagaimana film Indonesia dapat menjadi media pembelajaran nilai kehidupan bagi masyarakat.
Founder Forum Sineas Banua, Ade Hidayat mengatakan film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media yang menyampaikan pesan budaya, nilai sosial, dan identitas daerah. Menurutnya, perkembangan film di Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang cukup baik.

Ia menjelaskan Forum Sineas Banua berdiri pada 24 Juli 2016 berawal dari keresahan para sineas melihat banyak cerita rakyat daerah yang belum diangkat ke dalam film. Padahal Kalimantan Selatan memiliki banyak legenda dan kisah mistis yang berpotensi dijadikan karya perfilman.
“Daerah kita punya banyak cerita rakyat bahkan legenda yang menarik. Itu bisa diangkat menjadi intellectual property
(kekayaan intelektual) dan dijadikan film,” ujar Ade.
Menurutnya, perkembangan film Banua mulai terlihat dari munculnya karya yang mengangkat cerita lokal, seperti film Kuyang dan Pirunduk. Berbagai kegiatan juga digelar untuk memperkuat ekosistem film daerah, seperti festival film lokal , diskusi film, hingga pemutaran film komunitas.
Ade menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya. Kamera ponsel dan media sosial kini menjadi sarana penting bagi anak muda untuk membuat dan mendistribusikan film.

Sementara itu, Bahrul Ulum, S.Pd.I., M.Pd., ketua STIT Ibnu Kaldun Nunukan menilai film Indonesia memiliki banyak nilai kehidupan yang dapat dipelajari masyarakat. Menurutnya, film tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana literasi budaya, sosial, dan pendidikan.
“Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga cermin kehidupan yang menyampaikan pesan moral, motivasi, dan identitas kebangsaan,” ujar Bahrul. Ia berharap film Indonesia terus berkembang dan mampu menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat.