Kemenhaj Imbau Ratusan Travel Umrah di Jawa Barat Reschedule Keberangkatan

  • 04 Mar 2026 11:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat mengimbau ratusan biro perjalanan umrah di wilayahnya untuk menunda sementara keberangkatan jemaah dan melakukan penjadwalan ulang. Imbauan ini menyusul meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hary Novian, mengatakan di Jawa Barat tercatat sebanyak 649 travel umrah yang berada di bawah pembinaan kementerian. Menurut Boy, bisa mendapat opsi penjadwalan ulang yang diberikan maskapai penerbangan.

“Kalaupun sudah memiliki jadwal, bisa melakukan penjadwalan ulang. Dari pihak penerbangan juga memberikan opsi tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 3 Maret 2026.

Menurut Boy, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait penundaan keberangkatan dari travel umrah di Jawa Barat. Informasi resmi dari pemerintah pusat pun masih ditunggu. Pendataan keberangkatan jemaah dilakukan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATU).

“Ketika sudah terdaftar di SISKOPATU, baru bisa terdata melakukan perjalanan ibadah umrah. Kalau belum masuk sistem, belum bisa dihitung dalam data,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari pusat, saat ini terdapat lebih dari tiga ribu jemaah asal Jawa Barat yang masih menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Kondisi para jemaah itu dilaporkan aman.

“Ada sekitar tiga ribuan jemaah Jawa Barat yang masih melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Informasi dari pusat menyatakan mereka dalam keadaan aman,” ujar Boy

Boy juga memastikan tidak ada penutupan bandara di Arab Saudi. Operasional penerbangan disebut tetap berjalan normal, termasuk untuk kepulangan jemaah.

“Tidak ada penutupan bandara. Di Arab Saudi penerbangan tetap berjalan seperti biasa dan masih bisa melakukan perjalanan atau rute penerbangan normal,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah terjadi serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Media internasional melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan udara di wilayah selatan Iran.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, termasuk dampaknya terhadap perjalanan internasional, meskipun hingga kini operasional penerbangan menuju Arab Saudi masih berlangsung normal.

Rekomendasi Berita