Bezie Siap Emban Tugas, Tingkatkan Ekonomi Pedesaan
- 16 Feb 2026 21:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Dalam lanskap kepemimpinan Indonesia kontemporer, jarang ditemukan figur yang bergerak simultan di ruang budaya, arena olahraga, forum internasional, hingga meja strategi investasi. Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala, adalah salah satu di antaranya. Pada 14 Februari 2026, dalam forum HUT ke-1 dan Rakornas APUDSI, Bezie resmi dipercaya mengemban mandat baru sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang II, Peningkatan Ekonomi Masyarakat Perdesaan pada Majelis Kesejahteraan Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (MKN APUDSI).
Amanat tersebut melanjutkan peran sebelumnya, sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang I Sumber Daya Manusia & Pengembangan Desa (Februari 2025–Februari 2026). Penunjukan ini tidak lahir dari ruang hampa.
Ia berdiri di atas perjalanan panjang yang membentang lintas sektor, dan lintas negara. Sebagai Ratu Anom Karatwan Kertagama Galuh Pakuan, Bezie membawa legitimasi kultural. Sebagai pemegang sabuk hitam tingkat tiga Goju-Ryu Association Karate-Do Indonesia, ia membawa disiplin dan ketahanan.
Namun rekam jejaknya jauh melampaui simbol dan seremoni. Di bidang komunikasi global, Bezie pernah menjabat sebagai Vice Managing Director Radio PPI Dunia, memimpin siaran diaspora Indonesia di lebih dari 32 negara.
Ia juga Co-Founder radiopengajian.com, salah satu inisiatif penyiaran dakwah digital lintas negara sejak usia muda. Di ranah pengembangan kepemimpinan dan bisnis, Bezie merupakan Founder Pananyaan Training & Consultant, Founder Nuswantara Muda, serta Founder sakoladesa.id—platform yang dirancang untuk penguatan kapasitas desa dan UMKM.
| Baca juga: Polsek Pamanukan Siap Amankan Perayaan Imlek |
Ia juga pernah menjabat sebagai Program Director, Trainer for Trainers, National Coach Coordinator, hingga Chief of Board of Coaches SBM Pro Indonesia. Jejaknya di sektor ekonomi kreatif, dan gerakan sosial tercermin dalam perannya sebagai Initiator Festival Mangrove Gangga-Cilamaya, Movement Enabler IDA Camp, serta Movement Enabler Festival Sarung Majalaya, menghubungkan budaya, komunitas, dan ekonomi produktif, dalam satu ekosistem.
Di tingkat nasional dan internasional, Bezie pernah menjadi Indonesia’s Champion, pada Regional Business Building Summit 2018 dan Regional Connect South East Asia 2020. Ia juga menjadi 2nd Speaker Tim Debat Indonesia, pada World Debating Championship ASPAC - Jeju, South Korea 2019, serta pernah menjabat sebagai Head of International Relations PB Muaythai Indonesia.
Dalam konteks forum global, ia tampil sebagai Moderator World Sufi Forum 2023, mempertemukan pemimpin lintas negara dalam dialog spiritual dan peradaban. Ia juga aktif sebagai Host Festival Tari Jaipong Kreasi dan Galuh Pakuan Cup, menunjukkan kemampuannya menjembatani tradisi dan modernitas. Di sektor korporasi dan teknologi, Bezie pernah menjadi Strategic Advisor kata.ai, Service Advisor Yesboss, dan juga General Manager LDN Capital, memperkuat pengalamannya dalam strategi teknologi dan ekosistem startup. Kini, seluruh pengalaman tersebut, bermuara pada satu mandat, memperkuat ekonomi desa secara sistemik.
“Desa tidak membutuhkan belas kasihan. Desa membutuhkan sistem. Produksi, akses pasar, pembiayaan, dan jejaring global harus terhubung,” ujar Bezie.
Sebagai pemimpin di MKN APUDSI Bidang II, Bezie membawa perspektif yang unik, memahami dinamika akar rumput, sekaligus memahami logika global capital. Di Nuscorp dan LDN Capital, ia terlibat dalam desain strategi investasi berbasis aset riil dan agrikultur, termasuk pengembangan struktur pembiayaan berkelanjutan untuk proyek berbasis komunitas.
Perpindahan fokus organisasi dari SDM ke ekonomi pada 2026, menjadi kelanjutan yang logis. Fondasi manusia telah diperkuat, kini saatnya mesin pertumbuhan diaktifkan.
Mandat baru ini bukan sekadar jabatan struktural. Ia merupakan konsolidasi dari pengalaman diplomasi, pelatihan kepemimpinan, teknologi, investasi, budaya, dan gerakan sosial yang selama ini berjalan paralel.
Di tengah perubahan ekonomi global, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca sistem, bukan hanya program. Dengan latar belakang yang membentang dari panggung dunia hingga desa, Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala, memasuki babak baru dengan satu arah yang jelas, menjadikan desa sebagai simpul pertumbuhan ekonomi nasional yang terhubung dengan dunia.