Dosen Sejarah UIN RIL Luncurkan Buku Historia Magistra Vitae
- 12 Mar 2026 08:46 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Dosen sejarah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Abd Rahman Hamid, kembali meluncurkan karya terbarunya berjudul Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah. Buku tersebut diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran daring, Rabu, 11 Maret 2026.
Peluncuran buku ini diselenggarakan Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Larasan, Bali. Kegiatan menghadirkan sejumlah akademisi yang memberikan tanggapan atas buku tersebut.
Acara dibuka oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah USU, Lila Pelita Hati. Tiga akademisi yang menjadi pembahas adalah Budi Agustono (USU), Teuku Kemal Fasya (Universitas Malikussaleh Aceh), dan Indah Wahyu Puji Utami (Universitas Negeri Malang). Diskusi dipandu dosen sejarah USU, Lestari Dara Cinta Utami Ginting.
Buku ini merupakan karya terbaru Hamid setelah sebelumnya menerbitkan Makassar Mendunia pada tahun lalu melalui penerbit yang sama. Karya tersebut sempat menjadi bahan diskusi di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, hingga UIN Alauddin Makassar.
Dalam buku Historia Magistra Vitae, Hamid—doktor ilmu sejarah lulusan Universitas Indonesia—mengangkat beragam refleksi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Topik yang dibahas meliputi perjuangan kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, hingga dinamika kebudayaan dan mozaik sejarah Indonesia.
Menurut Hamid, mempelajari sejarah tidak semata berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memberi makna bagi kehidupan masa kini dan masa depan. Ia mengutip ungkapan klasik "Historia magistra vitae" yang berarti sejarah adalah guru kehidupan, sebagaimana pernah disampaikan oleh Marcus Tullius Cicero.
"Tidak ada kejadian tanpa sebab di masa lalu. Karena itu sejarah menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan kita ke depan," kata Hamid.
Peluncuran buku ini diprakarsai oleh Guru Besar Sejarah USU, Budi Agustono, yang kemudian mendapat dukungan dari penulis serta pimpinan Pustaka Larasan, Slamat Trisila.
Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta pegiat sejarah dari berbagai perguruan tinggi dan daerah di Indonesia. Diskusi menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkaya perspektif tentang peran sejarah dalam merawat kesadaran kebangsaan.