Hilal Tidak Terlihat, Posisi Bulan Masih Negatif
- 17 Feb 2026 19:33 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Selatan- Pemantauan hilal dilakukan di Kompleks Stasiun Pengamat Bulan (OZT-ALTS), Kampus Itera, pada sore ini. Tim pengamat menyebut hilal tidak mungkin teramati karena posisi bulan lebih rendah dibanding matahari.
Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Itera, Dr. Robiatul Muztaba, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi waktu terbenam bulan yang lebih dulu. Situasi ini membuat pengamatan hilal tidak dapat dilakukan secara visual.
"Kita tidak memungkinkan untuk bisa mengamati hilal karena posisi hilalnya negatif, bulan terbenam lebih dulu daripada matahari," ujar Dr. Robiatul Muztaba, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia memaparkan ketinggian bulan pada sore ini berada di minus 1 derajat 58 menit 22 detik busur. Sementara elongasi tercatat sekitar 1 derajat 18 menit 0,7 detik busur.
Menurutnya, bulan terbenam pada pukul 18.18 sehingga peluang pengamatan hilal menjadi sangat kecil. Kondisi ini juga disebut masih berada di bawah kriteria MABIMS.
Tim pengamat menjadwalkan pemantauan dilakukan selama dua hari, yakni tanggal 17 dan 18. Pengamatan lanjutan dilakukan untuk memastikan peluang hilal teramati pada hari berikutnya.
"Di tanggal 18 kemungkinan besar hilal teramati lebih besar karena ketinggian bulannya kurang lebih sudah 8 derajat," ucapnya melanjutkan
Dr. Robiatul menambahkan posisi hilal pada hari kedua diperkirakan lebih mendukung untuk diamati. Tim akan kembali melakukan pengamatan untuk memastikan kondisi langit dan posisi bulan sesuai perhitungan.