Harapan Anak Muda di HUT Bhayangkara ke 79
- 01 Jul 2025 19:32 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung : Monumen Nasional pagi tadi bukan hanya jadi tempat upacara resmi HUT Bhayangkara ke-79, tapi juga jadi ruang dialog tak langsung antara Polri dan generasi muda. Di tengah parade pasukan, atraksi drone, robot polisi, dan bazar UMKM, ada satu pesan yang ramai digaungkan: “Kami ingin polisi yang bukan hanya kuat, tapi juga bisa didengar.”
Dengan tema "Polri untuk Masyarakat", generasi muda melihat momentum ulang tahun ini bukan hanya seremoni, tapi juga refleksi. Banyak anak muda yang hadir secara langsung di area Monas. Beberapa bahkan datang bukan karena diundang, melainkan karena ingin tahu: “Polri zaman sekarang udah berubah sejauh apa sih?”
“Dulu polisi tuh kelihatan kaku, sekarang lebih transparan dan terbuka. Tapi jujur, kita tetap butuh lebih banyak interaksi yang dekat dan manusiawi,” ujar Sifa (21), mahasiswa komunikasi dari Universitas Lampung yang memberikan komentar HUT Polri atau yang sering kita sebut dengan hari Bhayangkara.
Atraksi teknologi seperti robot polisi dan sistem pemantauan canggih memang memukau. Tapi bagi anak muda, yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu juga bisa membangun rasa aman dan rasa percaya.
“Robot keren, ada robot deteksi bom, ada robot yang bisa dipakai saat ada kericuhan dll, tapi kalau bisa bantu kita pas ada kasus pelecehan di jalan atau bantu saat darurat beneran, baru mantap banget sih,” tambah Kenni (16), Salah satu siswa di bandar lampung yang memberi komentar.
Polri sendiri dalam sambutannya menyatakan akan terus berinovasi dan berbenah, bukan hanya soal teknologi, tapi juga pendekatan kemanusiaan. Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya mendengarkan suara rakyat, termasuk suara anak muda.
Berikut beberapa tanggapan anak muda tentang harapan anak muda untuk Polri ke depan:
1. Polisi Lebih Aksesibel
Aplikasi laporan online atau akun media sosial Polri dianggap sudah cukup aktif, tapi tetap banyak anak muda yang merasa ragu atau takut dilihat “lebay” saat melapor.
“Jangan cuma aktif di Instagram, tapi beneran bisa bantu di lapangan,” celetuk Suci (25), desainer freelance.
2. Penanganan Kasus yang Relevan
Isu seperti pelecehan seksual, kekerasan dalam pacaran, perundungan digital, dan pinjol ilegal jadi sorotan utama. Anak muda ingin Polri hadir aktif di kasus-kasus itu, bukan sekadar tindak kriminal besar.3. Polisi yang Mau Berdialog
Banyak anak muda ingin polisi turun ke kampus atau komunitas tanpa sekadar penyuluhan.
“Kalau bisa ngobrol santai, diskusi bareng, itu baru terasa kita disamakan,” kata Mora (20), aktivis komunitas literasi.
HUT Bhayangkara ke-79 bukan sekadar seremoni nasional, tapi juga ruang harapan. Harapan dari generasi yang tumbuh di era digital, yang melihat polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra yang relatable.
Selamat ulang tahun ke-79, Polri. Semoga makin mendekat, bukan menjauh dari rakyat, terutama dari kami, anak muda.