Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Lionel Messi dan Selebriti Dunia Berduka
- 22 Apr 2025 07:14 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Senin pagi yang sunyi di Roma berubah menjadi momen duka dunia Katolik. Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma pertama asal Amerika Latin, meninggal dunia pada pukul 07.35 waktu setempat dalam usia 88 tahun. Kabar ini diumumkan secara resmi oleh Kardinal Kevin Farrell, yang menyatakan bahwa sang Uskup Roma telah "kembali ke rumah Bapa" setelah mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya.
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936, dikenal sebagai sosok yang sederhana dan penuh keberanian dalam memperjuangkan keadilan sosial, perdamaian, serta kepedulian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan. Ia juga menjadi paus pertama dari ordo Serikat Yesus (Jesuit) dan terpilih pada 13 Maret 2013 menggantikan Paus Benediktus XVI.
Kematian Paus yang sempat dirawat akibat pneumonia dan infeksi paru-paru serius ini, mengundang reaksi duka dari berbagai kalangan, termasuk selebriti dunia. Lionel Messi, legenda sepak bola Argentina, mengunggah foto bersama Paus Fransiskus di Instagram dan menulis, “Paus yang berbeda, dekat, orang Argentina... Beristirahatlah dengan damai, Paus Fransiskus. Terima kasih telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kami akan merindukanmu”.
Sementara itu, aktris Eva Longoria memuji kepedulian Paus Fransiskus terhadap kelompok rentan dan marginal. “Terima kasih telah menjadi sekutu bagi banyak dari kami dan berbicara untuk mereka yang terpinggirkan,” tulisnya di Instagram. Pembawa acara Ana Navarro-Cárdenas juga menyampaikan penghormatan atas kerendahan hati dan keberanian Paus dalam menghadapi isu-isu sosial dan lingkungan.
Musisi Kolombia Sebastián Yatra dan penyanyi Gloria Estefan turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial, mengapresiasi kepemimpinan Paus yang mengutamakan cinta dan keberanian dalam membimbing umat. Rapper Puerto Rico, Residente, menggambarkan Paus Fransiskus sebagai sosok yang “tak tergantikan, istimewa, dan unik”.
Warisan Paus Fransiskus tidak hanya tercermin dalam dokumen gerejawi, tetapi juga dalam semangat moral dan spiritual yang mengajak umat untuk hidup sederhana, berempati, dan berani berbicara demi keadilan dan kemanusiaan. Kepergiannya menandai akhir dari 12 tahun masa kepemimpinannya yang penuh inspirasi dan reformasi di tengah tantangan internal Gereja Katolik.
Kini, dunia menanti proses pemilihan paus baru yang akan melanjutkan perjuangan dan visi Paus Fransiskus untuk Gereja yang lebih inklusif dan peduli terhadap sesama.
Berita ini menjadi pengingat akan perjalanan hidup dan pengabdian Paus Fransiskus yang telah meninggalkan jejak mendalam bagi umat Katolik dan masyarakat dunia luas.