Rentetan Gempa Guncang Bener Meriah, BMKG Catat Getaran Dirasakan Warga
- 13 Mar 2026 09:03 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Bener Meriah — Rentetan gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Kamis 12 Maret 2026 sore. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya beberapa kejadian gempa yang terjadi dalam waktu berdekatan dan dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin dalam laporannya yang diterima Radio Republik Indonesia (RRI) menyebutkan, gempa pertama terjadi pada pukul 16.44.59 WIB dengan magnitudo 3,8. Episenter gempa berada pada koordinat 4,97 Lintang Utara dan 96,72 Bujur Timur, atau sekitar 27 kilometer selatan Kabupaten Bireuen, dengan kedalaman 10 kilometer.
Menurut Andi Azhar Rusdin, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar lokal. “Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Bener Meriah dengan intensitas II–III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk yang melintas,” ujar Andi dalam keterangannya Jumat 13 Maret 2026.
Selang sekitar 10 menit kemudian, tepatnya pukul 16.54.24 WIB, gempa kedua kembali terjadi dengan magnitudo 2,5. Episenter gempa berada pada koordinat 4,91 Lintang Utara dan 96,80 Bujur Timur atau sekitar 21 kilometer utara Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa kedua ini juga dirasakan masyarakat dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung terlihat bergoyang. BMKG menyebut gempa berkekuatan M2,5 tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa setelah kejadian gempa magnitudo 3,8 sebelumnya.
Selain itu, pemantauan BMKG hingga pukul 17.02 WIB menunjukkan masih terjadi gempa susulan (aftershock). Tercatat dua gempa susulan dengan magnitudo 2,5 dan 2,3, serta satu kejadian gempa berkekuatan magnitudo 2,2 pada pukul 17.58.34 WIB dengan kedalaman sekitar 5 kilometer di wilayah utara Bener Meriah.
Meski beberapa gempa dirasakan masyarakat, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG.
Untuk diketahui, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sering diguncang gempa, terutama akibat peningkatan aktivitas magma dan gempa vulkanik dari Gunung Burni Telong. Rangkaian gempa dangkal dan dalam, dengan berkekuatan bervariasi sering mengejutkan masyarakat yang berada di sekitar kaki gunung Burni Telong.
Aktivitas Gunung Burni Telong meningkat secara intensif sejak Juli 2025, ditandai dengan gempa vulkanik dalam dan dangkal. Akibat guncangan, ribuan warga di sekitar Kecamatan Timang Gajah sempat diungsikan karena kekhawatiran gempa susulan dan potensi erupsi freatik. Pihak berwenang dan Badan Geologi terus memantau aktivitas gunung dan menghimbau warga agar tidak panik, serta memastikan keamanan dari risiko gas vulkanik