BP3MI Aceh Pastikan Keamanan PMI di Timur Tengah

  • 09 Mar 2026 23:26 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolijah menyampaikan pihaknya terus memantau kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI), menyikapi eskalasi konflik Timur Tengah.

Siti merincikan terdapat 117 PMI asal Aceh, yang bekerja sebagai tenaga medis, pertambangan, perhotelan dan sebagainya di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki dan Kuwait. BP3MI memastikan tidak ada pmi asal Aceh, yang berada di Iran, serta belum ada yang menjadi korban langsung akibat konflik Timur Tengah.

“Kami terus berkomunikasi dengan PMI kita yang berada di wilayah Timur Tengah, seperti di Qatar menanyakan kondisi mereka. Jadi ada lima orang warga Aceh yang bekerja di rumah sakit, yang sedang mengikuti training. Sementara waktu diliburkan, karena lokasinya hanya 45 menit dari tempat penyerangan. Tetapi untuk yang di rumah sakit tetap bekerja, dan saat ini dalam kondisi yang aman,” jelasnya pada Senin, 9 Maret 2026.

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), secara berkelanjutan melakukan monitoring terkait kondisi PMI. langkah pengawasan maksimal dilakukan untuk pelindungan, serta pelayanan bagi pekerja.

Adapun pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitasi bagi pekerja migran, jika memilih kembali ke indonesia, sesuai mekanisme yang berlaku.

Rekomendasi Berita