Mendikdasmen Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya, Kucurkan Anggaran 19,5 Miliar
- 09 Mar 2026 21:58 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Pidie Jaya — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau sejumlah sekolah terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (9/3/2026). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMA Negeri 2 Meureudu, yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Kunjungan tersebut turut disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya. Dalam kunjungan itu, Mendikdasmen menyatakan ada puluhan sekolah di Pidie Jaya yang direvitalisasi akibat kerusakan pascabencana alam.
"Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di Pidie Jaya untuk tahun anggaran 2025 dan 2026," kata Mendikdasmen.
Untuk Kabupaten Pidie Jaya, kata Abdul Mu’ti, terdapat 30 sekolah yang menerima program revitalisasi pada tahun 2025. "Dengan total anggaran sekitar Rp19,5 miliar. Sekolah tersebut terdiri dari 3 PAUD, 16 SD, 4 SMP, 5 SMA, dan 2 SMK," rincinya.
Sementara itu, untuk tahun 2026, sebanyak 22 sekolah di Pidie Jaya juga akan mendapatkan program revitalisasi yang saat ini masih dalam tahap proses perhitungan anggaran.
“Yang tahun 2025 sudah selesai semua. Untuk yang 2026 sekarang masih on progress dan sudah mulai dikerjakan,” katanya.
Ia menargetkan sebagian pembangunan sekolah dapat selesai pada tahun ajaran baru mendatang, sehingga dapat langsung digunakan oleh para siswa.
“Kalau SD targetnya pada tahun ajaran baru sudah selesai, sehingga bisa langsung dipakai. Untuk yang SMA kemungkinan baru bisa dimanfaatkan tahun depan,” ujar Abdul Mu’ti.
Pada kesempatan itu, Mendikdasmen juga meresmikan enam unit ruang kelas darurat yang akan digunakan sementara oleh siswa untuk kegiatan belajar mengajar.
“Ruang kelas darurat ini kami bangun karena proses pembangunan sekolah membutuhkan waktu yang cukup lama. Agar anak-anak tetap bisa belajar, maka sementara mereka menggunakan ruang kelas darurat ini,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan, ruang kelas darurat tersebut telah dilengkapi dengan perabotan belajar sehingga dapat langsung digunakan oleh siswa SMA maupun SMP di kawasan tersebut.
“Tadi saya sudah membuka kuncinya. Ada enam unit ruang kelas darurat yang sudah bisa dipakai lengkap dengan mebelernya, sehingga anak-anak bisa belajar sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan ruang kelas darurat merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan pascabencana di Aceh. Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan lain seperti komputer, buku pelajaran, serta school kit bagi siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyebutkan pemerintah pusat menyalurkan bantuan pendidikan secara luas di seluruh Aceh.
"Total bantuan yang diberikan mencapai 2.123 program bantuan pendidikan dengan nilai anggaran sekitar Rp2,4 triliun. Rinciannya meliputi 1.010 PAUD, 929 SD, 115 SMP, 118 SMA, 43 SMK, 8 PKBM, dan 1 SKB di berbagai daerah di Provinsi Aceh," jelas Murthala.
Murthalamuddin berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan di Aceh, khususnya di daerah yang terdampak bencana.