Dosen USK Wakili Indonesia Pada Mega Delta Meeting
- 29 Okt 2025 22:13 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK), Dedi Fazriansyah Putra mendapat kehormatan mewakili Indonesia, pada ajang bergengsi The 4th Mega Delta Meeting 2025, yang berlangsung di Shanghai, China.
Forum internasional ini diselenggarakan oleh East China Normal University (ECNU), melalui State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC), dan diikuti lebih dari 200 peserta dari 33 negara, terdiri atas akademisi, peneliti, pejabat pemerintah, serta pakar kelautan dan perikanan dari berbagai belahan dunia.
Sejumlah ilmuwan ternama turut hadir, antara lain Andy Large (Newcastle University, Inggris), Mickey Glantz (University of Colorado, AS), Richard Bellerby (Norwegia), Abdul Waheed (Leibniz, Jerman), dan Bas van Maren (Delft University of Technology, Belanda), bersama para pakar dari kawasan Asia dan Afrika.
Dedi menjelaskan, forum tahun ini mengusung tiga tema utama, yakni dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap delta sungai, tantangan global dalam pengelolaan delta, serta inisiatif promosi Konvensi PBB tentang Konservasi Delta Sungai (UNCCRD).
“Kegiatan akademik internasional ini diharapkan, dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung USK yang berwawasan global menuju World Class University. Adapun sebagai peserta aktif, turut berkontribusi dalam sejumlah sesi konsultasi yang membahas program kolaborasi antara China dan negara-negara Asia Tenggara, integrasi sosial ekonomi dalam riset ilmiah, serta pengembangan karier akademik bagi dosen muda dan mahasiswa pascasarjana. Saya juga mempresentasikan hasil riset kelautan dan perikanan yang telah dilaksanakan di Indonesia,” jelasnya pada Rabu (29/10/2025).
Forum yang berlangsung selama lima hari ini meliputi consultation meeting, knowledge sharing, dan dialog lintas negara antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara Asia, dan Eropa. Agenda utama membahas kolaborasi internasional dalam menjaga keberlanjutan ekosistem delta sungai dan laut guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain menghadiri forum di Shanghai, Dedi juga diundang oleh salah satu universitas terkemuka di Malaysia pada November 2025 untuk berbagi keahlian dan pengalaman di bidang kelautan dan perikanan.