Aceh Harus Berisik Pascabencana

  • 13 Feb 2026 19:12 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Relawan TRC GEN-A menilai banjir dan longsor di Aceh tidak hanya disebabkan faktor cuaca ekstrem. Kerusakan lingkungan dinilai turut memperparah dampak bencana.

Ketua TRC GEN-A, dr. Intan Qanita, mengungkapkan temuan gelondongan kayu di sejumlah sungai. Kayu berukuran besar ditemukan di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.

Beberapa kayu bahkan memiliki tanda dan nomor tertentu. Temuan ini diduga berkaitan dengan aktivitas pembalakan hutan.

“Kalau hujan sedikit saja, warga sudah bersiap mengungsi,” ujar dr. Intan saat diwawancarai RRI Rabu 11 Februari 2026. Ia menyebut ketakutan masyarakat kini semakin nyata.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm keras bagi semua pihak. Bencana dinilai sebagai peringatan serius bagi Aceh.

Penanggung jawab Tim Kesehatan TRC GEN-A, Ns. Denni Mulyani, menambahkan dampak lingkungan juga berpengaruh pada kesehatan. Lingkungan rusak memperbesar risiko penyakit pascabencana.

“Kerusakan alam berdampak langsung ke kesehatan masyarakat,” ujar Denni. Ia menyebut masalah ini tidak bisa dipisahkan.

Relawan juga menyoroti pola konsumsi dan eksploitasi alam yang berlebihan. Hal ini dinilai mempercepat kerusakan lingkungan.

“Berani menebang, harus berani menanam,” kata Denni. Ia mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap alam.

TRC GEN-A menilai Aceh perlu terus “berisik” agar mendapat perhatian nasional. Luasnya wilayah terdampak dinilai belum sepenuhnya disadari publik.

Relawan berharap bencana ini menjadi momentum refleksi bersama. Pembangunan ke depan diharapkan lebih berorientasi pada kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Rekomendasi Berita