Penyakit Kulit dan Pernapasan Meningkat di Pengungsian Aceh
- 13 Feb 2026 19:08 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Masalah kesehatan mulai meningkat di kalangan pengungsi pascabanjir dan longsor di Aceh. Penyakit kulit dan gangguan pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak ditemui.
Tim kesehatan TRC GEN-A mencatat kondisi lingkungan pascabencana belum sepenuhnya pulih. Lumpur dan debu masih menumpuk di sekitar permukiman warga.
Penanggung jawab Tim Kesehatan TRC GEN-A, Ns. Denni Mulyani, mengatakan jenis penyakit mengalami pergeseran. Pada awal bencana, korban banyak mengalami luka akibat material banjir.
“Sekarang penyakit kulit dan alergi mulai mendominasi karena air bersih terbatas,” ujar Denni saat diwawancarai RRI Rabu 11 Februari 2026. Ia menyebut kondisi ini dialami hampir di semua lokasi pengungsian.
Selain penyakit kulit, gangguan pernapasan juga meningkat. Debu dari lumpur kering memicu batuk dan alergi.
“Bahkan warga yang tidak punya riwayat alergi ikut terdampak,” kata Denni. Menurutnya, faktor lingkungan sangat berpengaruh.
Ketua TRC GEN-A, dr. Intan Qanita, menilai kondisi kesehatan warga perlu perhatian serius. Ia menyebut dampak kesehatan pascabencana sering tidak terlihat di awal.
“Kalau lingkungan belum pulih, masalah kesehatan akan terus berulang,” ujar dr. Intan. Ia menekankan pentingnya penanganan jangka panjang.
Pasien dengan penyakit kronis juga menghadapi kendala pengobatan. Akses fasilitas kesehatan masih terbatas di beberapa wilayah.
Sebagian warga harus menghentikan konsumsi obat sementara waktu. Kondisi ini berisiko memperburuk penyakit yang diderita.
Relawan berharap layanan kesehatan pascabencana diperkuat. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak dinilai perlu perhatian khusus.