Tujuan SE 2026 Bagi Pelaku Usaha

  • 13 Mar 2026 15:02 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID,Atambua - Program Sensus Ekonomi (SE) Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 di Kabupaten Belu memiliki manfaat strategis sebagai fondasi pendataan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

"Secara umum, program ini bermanfaat untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi non-pertanian guna memperkuat arah pembangunan daerah," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Belu Robertus Bere,S.Kom pada dialog Studio Pro 1 RRI Atambua, Jumat 12 Maret 2026.

Menurut Robertus,Pemerintah Kabupaten Belu menggunakan data hasil sensus sebagai landasan utama dalam merancang program pembangunan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran. Data ini membantu pemerintah memahami potensi dan kelemahan struktur ekonomi di wilayah Belu.

"Sensus ini menjadi pintu bagi pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif di Belu. Dengan data yang akurat, bantuan dan stimulus ekonomi dari pemerintah dapat disalurkan secara lebih terarah kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," kata Robertus.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste (RDTL), data SE 2026 sangat krusial untuk:

-Menyusun peta dan direktori perusahaan yang lengkap di seluruh kecamatan di Belu.

-Mendukung rencana pengembangan komoditas unggulan dan menjadikan perbatasan RI-RDTL sebagai pusat ekonomi baru.

-Mengetahui prospek usaha di wilayah perbatasan guna menarik investasi.

Bagi para pengusaha dan anggota HIPMI Belu, kata Robertus,hasil sensus memberikan gambaran mengenai peta persaingan bisnis dan peluang pasar di daerahnya.

"Pengusaha kemudian dapat melihat struktur produksi dan penjualan mereka di sektor usaha mereka untuk strategi bisnis ke depan," ucapnya.

Sensus Ekonomi (SE)yang akan dilaksanakan secara nasional tanggal 1 Mei -31 Juli 2026 ini diharapkan menjadi investasi penyediaan data dasar yang akurat sebagai fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045

"Sensus Ekonomi 2026 memberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi wilayah, daya saing usaha, serta potensi sektor-sektor baru," tuturnya Robertus.

Rekomendasi Berita