Bimatu Lentera TTU Wujudkan Pengetahuan Positif

  • 18 Feb 2026 07:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Gebrakan literasi Bimatu Lentera Kabupaten TTU-NTT di tahun 2026 berfokus pada penguatan komunitas lokal untuk mewujudkan peningkatan pengetahuan ditengah masyarakat.

‘’Sebagai salah satu komunitas penggerak literasi di Kabupaten TTU kami terus berinovasi pendidikan literasi melalui berbagai program strategis,’’ ujar Elisabeth Abi Founder Komunitas Bimatu Lentera pada perbincangan rri.co.id, Senin 16 Februari 2026.

Inovasi program Unggulan 2026 menghadirkan pendidikan literasi yang dirancang untuk membawa dampak langsung bagi warga di wilayah TTU dan sekitarnya.

‘’Berfokus pada peluncuran Pocadi (Pojok Baca Digital) oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten TTU,yang didukung bimbingan teknis untuk pengelola. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital, memudahkan akses informasi bagi masyarakat umum guna memperkuat budaya baca di Bumi Biinmafo,’’kata Elisabeth.

Gerakan literasi Bimatu ini tidak hanya sekadar membaca, tetapi tetapi memberikan fokus perubahan nyata untuk mendorong literasi sebagai alat untuk pemberdayaan dan kemajuan daerah.

‘’Pendidikan literasi berbasis pemberdayaan adalah inisiatif nyata yang akan mengubah fokus dari sekadar kemampuan baca tulis menuju peningkatan kualitas hidup, keterampilan produktif, dan kemajuan daerah," tuturnya.

Dengan pendekatan ini, literasi menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat melalui penyediaan akses buku, pelatihan keterampilan, dan integrasi teknologi.

Selain itu, komunitas literasi Bimatu Lentera TTU juga tengah membuka seleksi penerimaan gelombang ke-5 pada tahun 2026 untuk menjaring relawan pelajar yang ingin membangun budaya mencintai buku demi kemajuan daerah.

‘’Literasi Bimatu lentera TTU merupakan inisiatif, gerakan yang berfokus pada peningkatan kemampuan baca tulis, pengetahuan, dan literasi digital guna membangun generasi berwawasan luas," ujarnya.

Dengan konsep dimaksud Bimatu ingin menjadi cahaya pembuka wawasan, kreativitas, serta inovasi, sekaligus mempromosikan budaya baca dan diskusi di berbagai kalangan ungkap Elisabeth.

Rekomendasi Berita