Cartsen Ignacio, Anak "Istimewa" Sabet Emas di Olimpiade Komputer Se-Asia Tenggara

  • 12 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Atambua
Di balik prestasi

RRI.CO.ID, Tagaytay City – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi tanah air. Cartsen Ignacio Sarmiento, asal kabupaten Belu, berhasil meraih Medali Emas (Gold Award) dalam ajang bergengsi Southeast Asia Computer Science Olympiad (SEACSO) International Round.

Ajang ini diselenggarakan pada 5-9 Maret 2026 di Filipina. Sang ibu, Vivi Martin Sarmiento yang mandampingi Cartsen, mengungkapkan hal ini kepada RRI pada Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam babak Grand Final ini, Cartsen bersaing dengan peserta terbaik dari tujuh negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Mongolia, Thailand, Myanmar, dan Filipina selaku tuan rumah.

Cartsen berada di peringkat ke-4, terpaut skor sangat tipis dengan posisi tiga besar, namun tetap membuahkan medali emas. "Cartsen berhasil memperoleh medali gold, tetapi berada di rangking ke-4, sementara Top 3 lainnya mendapatkan tambahan trofi," ujar Vivi.

Cartsen Ignacio Sarmiento, asal kabupaten Belu, berhasil meraih Medali Emas (Gold Award) dalam ajang bergengsi Southeast Asia Computer Science Olympiad (SEACSO) International Round. Ajang ini diselenggarakan pada 5-9 Maret 2026 di Filipina. (Foto: Dok. Vivi Martin Sarmiento)

Perjalanan siswa Surabaya Cambridge School ini tidaklah mulus untuk meraih emas. Ia sempat terkendala masalah teknis pada dua nomor soal yang memakan banyak waktu.

Namun, kejujuran dan kegigihannya membuahkan hasil setelah berani melapor kepada panitia mengenai error pada sistem perintah soal tersebut."Setelah panitia kasih tahu untuk jangan mengikuti perintah yang diminta, baru berhasil ia kerjakan," kata sang ibu.

Momen haru pun terjadi saat pengumuman pemenang. "Oh my God! Where is my flag?" ujar Cartsen tak menyangka.

Dengan penuh semangat, Cartsen berlari ke atas panggung sambil membentangkan bendera Merah Putih yang diambil dari dalam tasnya. "Dia langsung semangat lari ke stage membawa bendera," ujar sang ibu dengan bangga.

Di balik prestasi gemilangnya, Cartsen adalah seorang anak istimewa dengan diagnosa ADHD dan Asperger (spektrum autisme ringan). Namun, siswa Surabaya Cambridge School ini memiliki IQ kategori Very Superior.

Sang ibu ingin pencapaian internasional ini bisa menjadi pemantik semangat bagi orang tua lain yang mengalami hal serupa. "Harapan saya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi orang tua yang dipercaya Tuhan memiliki anak istimewa," kata Vivi.

"Jangan menyerah, jangan lelah berusaha, karena Tuhan tidak pernah menciptakan kegagalan," ucap Vivi. Ia juga berpesan agar para orang tua berhenti membandingkan anak-anak mereka dengan orang lain.

Vivi berharap prestasi ini membuka jalan bagi Cartsen mendapatkan beasiswa dan kemudahan akses ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sementara itu, Cartsen sendiri bertekad mengasah kemampuannya di bidang IT demi mencapai prestasi lebih tinggi di masa depan.

Cartsen saat meraih juara 1 Coding Olympiad Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol 2025. (Foto: Dok. Vivi Martin Sarmiento)

Diketahui, sebelumnya Cartsen meraih juara 1 Coding Olympiad Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol 2025. Meraih Medali Gold Codeminator Coding Olympiad tingkat Dunia 20 Desember 2025, Grand Final di Amerika Serikat Agustus mendatang.

Meraih Peringkat ke-2 tingkat dunia (Medali Emas) pada Semi Final Coding Olympiad 1 November 2025 lalu. Babak Final akan berlangsung tanggal 29 Maret 2026 mendatang (online), Babak Final offline di Italy, Juli 2026.

Meraih Peringkat ke-9 tingkat dunia (Medali Emas) Babak Kualifikasi Pertama Coding Olympiad pada 25 Oktober 2025. Kualifikasi ke-2 (14-15 Maret 2026), Cartsen berharap menempati Top 3 sehingga melanjutkan Grand Final di Italy, Juli mendatang.

Rekomendasi Berita