Lapas Atambua Fasilitasi Pengisian Layanan Survei SPAK-SPKP

  • 13 Mar 2026 14:13 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Tim Survei Layanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terjun langsung mendampingi masyarakat pengguna layanan dalam pengisian Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP), Jumat 13 Maret 2026. Guna memastikan kelancaran, petugas menyediakan fasilitas perangkat komputer dan jaringan internet yang stabil, serta memberikan pendampingan teknis bagi responden yang belum familiar dengan aplikasi survei tersebut.

Pelaksanaan survei dilakukan secara digital melalui aplikasi resmi STARapp Survei 3A yang telah terintegrasi dengan sistem pemantauan pusat. Para responden diminta untuk mengisi kuesioner yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kemudahan prosedur, kecepatan waktu pelayanan, keramahan petugas, hingga ada tidaknya praktik pungutan liar (pungli) atau gratifikasi.

Bambang Hendra Setyawan selaku Kalapas Atambua menegaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan publik bagi masyarakat. Menurutnya, hasil survei akan menjadi basis data dalam melakukan perbaikan layanan.

“Kami berkomitmen mengevaluasi setiap aspek demi memastikan Lapas Atambua meraih predikat WBK dan WBBM melalui pembangunan Zona Integritas,” ujar Bambang.

Operator Survei, Shelly Angelawati, menjelaskan bahwa pendampingan oleh petugas dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan teknis. “Lapas Atambua menyediakan perangkat komputer dan ponsel khusus untuk pengisian survei karena adanya berbagai kendala di lapangan, seperti pengunjung yang tidak memiliki ponsel Android, terkendala kuota internet, hingga kesulitan teknis bagi para lansia,” kata Bambang.

Shelly menambahkan bahwa langkah ini diambil sesuai dengan petunjuk dari pusat. “Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat dapat memberikan penilaian dengan mudah, cepat, dan tanpa intimidasi. Artinya, pengisian ini murni berdasarkan hati nurani dan kesadaran diri masing-masing tanpa paksaan dari pihak mana pun. Selain itu, sebagai wujud transparansi, hasil survei SPAK-SPKP kami publikasikan secara luas melalui media luar ruang seperti banner, serta melalui platform digital dan media sosial,” kata Shelly.

Yosef Klau, salah satu pengguna layanan yang menjadi responden, memuji transparansi yang diterapkan pihak Lapas Atambua. Menurutnya, kemudahan dalam pengisian survei menunjukkan keseriusan instansi dalam berbenah. "Prosesnya cepat dan kami bebas menilai. Hal ini penting agar aspirasi kami tersampaikan demi peningkatan kualitas layanan ke depan," ujar Yosef.

Lapas Atambua akan terus mendorong peningkatan jumlah partisipasi responden dalam survei SPAK-SPKP setiap bulannya sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar pelayanan yang ditetapkan. Dengan terpenuhinya jumlah responden ini, evaluasi kinerja pelayanan dapat dilakukan secara lebih komprehensif demi mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. (AS)

Rekomendasi Berita