Budaya Jadi Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan Kota Kreatif Dunia

  • 13 Mar 2026 16:47 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - UNESCO melalui berbagai programnya telah memainkan peran advokasi terkemuka dalam beberapa tahun terakhir, menyambut momentum global yang berkembang untuk mengakui budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Budaya juga dipandang sebagai katalis efektif untuk transisi yang berpusat pada manusia menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan, tangguh, damai, dan adil.

Direktur Ambon Music Office (AMO) sekaligus Focal Point Ambon UNESCO City of Music dan Regional Ambassador Asia Pasifik UNESCO Cities of Music, Ronny Loppies, menjelaskan bahwa pada tahun 2024, bertepatan dengan ulang tahun ke-20 Jaringan Kota Kreatif UNESCO, kota-kota kreatif di seluruh dunia bersama para wali kotanya mendukung Manifesto Braga.

Dokumen tersebut menjadi teks penting yang menekankan komitmen tingkat lokal untuk melaksanakan Deklarasi 2022 Konferensi Dunia UNESCO tentang Kebijakan Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan.

Melalui Manifesto Braga yang menyerukan pengakuan dan perlindungan universal hak-hak budaya, ditegaskan kembali kontribusi budaya yang beragam untuk pembangunan berkelanjutan, mulai dari ekonomi kreatif hingga kohesi sosial, dari pendidikan hingga transformasi digital, serta dari aksi iklim hingga pembangunan perkotaan transversal.

Manifesto Braga merupakan kesepakatan para wali kota dari Kota-Kota Kreatif UNESCO pada Konferensi Tahunan XVI Jaringan Kota Kreatif UNESCO di Braga, Portugal, yang berlangsung 1 hingga 5 Juli 2024. Kesepakatan ini menetapkan visi dan tujuan bersama untuk mengintegrasikan budaya sebagai tujuan mandiri dalam agenda pembangunan internasional pasca-2030.

Ronny Loppies menambahkan, sebagai bagian dari upaya tersebut, Resolusi 43 C/56 Rev yang diusulkan oleh Republik Sosialis Vietnam diadopsi pada 12 November 2025 dalam Konferensi Umum UNESCO ke-43. Resolusi itu menekankan nilai intrinsik budaya sebagai barang publik global dan hak asasi manusia.

Resolusi tersebut juga mengusulkan kepada Majelis Umum PBB untuk memproklamasikan dekade internasional budaya untuk pembangunan berkelanjutan pada periode 2027–2036 guna memaksimalkan peran penting budaya dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut Ronny Loppies, diharapkan pada periode 2027–2036 budaya untuk pembangunan berkelanjutan akan memperkuat suara kota-kota dan komunitas kreatif lokal serta membantu membangun pusat-pusat perkotaan yang lebih berkelanjutan, inklusif, aman, dan tangguh.

Dengan demikian, kota-kota kreatif di dunia diharapkan dapat mencapai kesuksesan bersama secara berkelanjutan. Ambon City of Music juga diharapkan berada pada kondisi yang sama apabila memanfaatkan budaya sebagai daya dorong pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita