Sound of Green Selaras dengan Deklarasi Mondicult 2025
- 20 Okt 2025 08:25 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: MONDIACULT 2025 adalah konferensi tingkat tinggi global yang diselenggarakan oleh UNESCO bersama Pemerintah Spanyol di Barcelona. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Deklarasi MONDIACULT 2022 dan berfungsi sebagai forum penting untuk:
1. Menegaskan Peran Budaya: Memperkuat pandangan bahwa budaya adalah pilar utama bagi perdamaian, persatuan, dan terutama pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development).
2. Membentuk Arah Kebijakan Budaya Global: Menghimpun Menteri Kebudayaan dari berbagai negara untuk membahas dan menyepakati kebijakan budaya di masa depan, termasuk perlindungan hak-hak seniman.
3. Fokus Tema: Mengangkat enam area prioritas yang saling terkait, di antaranya: Hak-hak Budaya. Budaya dan Aksi Iklim (Culture and Climate Action), Transformasi Digital dalam Sektor Budaya, Budaya dan Pendidikan, Ekonomi Budaya, Budaya, Warisan, dan Krisis, Isu lintas sektoral seperti Budaya dan Kecerdasan Buatan (AI), serta Budaya dan Perdamaian.
4. Kontribusi Indonesia: Indonesia, melalui Menteri Kebudayaan, menegaskan perannya dalam arah kebijakan budaya global, termasuk upaya pelestarian warisan budaya.
“Program "Sound of Green" (SoG) yang diinisiasi oleh Ambon Music Office (AMO) memiliki keterkaitan yang sangat erat dan relevan dengan tema-tema utama MONDIACULT 2025, khususnya pada isu Budaya dan Aksi Iklim (Culture and Climate Action) serta Pembangunan Berkelanjutan,” kata Ronny Loppies, Direktur AMO
Menurutnya, Inti program SoG: SoG adalah sebuah konsep inovatif yang memadukan unsur musik dengan pelestarian lingkungan/kelestarian alam. Program ini bertujuan memanfaatkan musik sebagai daya ungkit untuk konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Ambon, yang merupakan bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) klaster musik.
SoG secara eksplisit berfokus pada pelestarian hutan (misalnya hutan bambu), penelitian, tindakan konservasi, penerapan pola agroforestri, dan perhitungan nilai ekonomis penggunaan bahan baku alat musik (seperti suling bambu) serta pemanfaatan limbahnya. Ini adalah contoh nyata bagaimana budaya (musik) berkontribusi langsung pada isu iklim dan lingkungan, sejalan dengan salah satu tema penting MONDIACULT 2025.
Program SoG dinilai sebagai keunggulan komprehensif Ambon City of Music karena dampaknya yang meluas (multiplier effect) ke sektor-sektor lain seperti pendidikan, literasi, infrastruktur seni, hingga perubahan iklim. Inilah bentuk kontribusi nyata budaya di tingkat kota terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan global yang ditekankan dalam konferensi MONDIACULT.
AMO telah memaparkan SoG dalam forum-forum UCCN dan memasukkannya sebagai bagian dari laporan pertanggungjawaban kepada UNESCO, sejalan dengan Deklarasi MONDIACULT 2022 dan Prioritas Sektor Kebudayaan UNESCO.
“Secara ringkas, SoG adalah contoh implementasi kebijakan budaya di tingkat lokal (Ambon) yang menjawab tantangan global mengenai aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan semangat dan arah kebijakan budaya yang ingin diperkuat dan ditegaskan oleh MONDIACULT 2025," kata Loppies